Sunday, 7 February 2016

Velocity X



Malam ini kami mau share game Hot Wheels Velo X city ,game ini menurut saya cocok untu para penggila mobil figur Hot Wheels.Gami ini tidak membutuhkan spesifikasi tinggi ,jadi game ini ringan untuk dimaikan






ini system requirements nya :

Hot Wheels Velocity X
Publisher: THQ
Developer: Beyond Games

Minimum System Requirements
OS: Windows 98/ME/2000/XP
Processor: Pentium 2 @ 350 MHz
Memory: 64 MB
Hard Drive: 800 MB Free
Video Memory: 8 MB
Sound Card: DirectX Compatible
DirectX: 8.1
Keyboard & Mouse
CD/DVD Rom Drive

Recommended System Requirements
OS: Windows 98/ME/2000/XP
Processor: Pentium 3 @ 500 MHz
Memory: 128 MB
Hard Drive: 800 MB Free
Video Memory: 32 MB
Sound Card: DirectX Compatible
DirectX: 8.1
Keyboard & Mouse
CD/DVD Rom Drive

ini link nya:
http://www.zippyshare.ws/9zw/Hot_Wheels_Velocity_X.part1.rar

http://www.zippyshare.ws/72d/Hot_Wheels_Velocity_X.part2.rar

Thursday, 4 February 2016


4KNIGHT

Oleh : Muhammad Hisyam Biaggi 

MIMPI ANEH, PEMBAWA MALAPETAKA
Gelap begitu gelap, hanya kegelapan yang terlihat. Tanpa suara, dan tanpa ada cahaya
yang menerangi. terasa dingin seperti dalam kulkas.“Dimana… Dimana ini ?” tanyaku.
Tiba-tiba ada titik cahaya yang menerangiku, serta menyilaukan mataku. “Apa… Apa itu
?” tanyaku. “ Tunggu… apa yang ? Tidaaakkk !!!” Cahaya itu lalu melesat melewatiku,
melenyapkan kegelapan di sekitarku. Entah bagaimana bisa seperti ini, tapi aku merasakan
panas, tapi bukan panas matahari melainkan panas api. Ada bau-bau gosong, yang tercium oleh
hidungku. Saat aku membuka mataku, aku terkejut seketika. “Apa… Apa ini ? Apa yang
sebenarnya sedang terjadi ?” kobaran api dimana-mana, rumah- rumah terbakar, orang-orang
berlari ketakutan. Ketika aku menoleh ke kanan dan ke kiri, terlihat kastil yang menjulang tinggi
terbakar, di lahap si jago merah. “Kastil ? Ada kastil ?” tanyaku tertegun. Diatasnya terdapat
bendera, dengan lambing perisai yang sekelilingnya di rambati bunga mawar. Pada badan
perisai, terdapat gambar naga yang sedang berdiri menghadapkan wajahnya ke kanan, dengan
mulut yang menganga seperti ingin menyemburkan bola api dari mulutnya. Terdapat dua
pedang yang menilang diantara tubuh naga, seolah sedang menusuknya. “Bendera apa itu ?”
tanyaku yang bingung karena belum pernah melihat bendera dengan lambang seperti itu. Dan
ketika aku mengedipkan mataku, tiba-tiba saja aku sudah berpindah tempat. Aku sekarang
berada di sebuah ruangan, lebih tepatnya ruangan kastil yang tadi terbakar. Aku bisa tahu
karena, aku dapat melihat kobaran api di luar jendela ruangan. Aku tertegun seketika, aku
melihat mayat-mayat orang yang memakai seragam pada zaman pertengahan dulu. ‘Apakah
mereka para penjaga kastil ini atau malah para prajurit ?’ Gumamku dalam hati. Aku pun mulai
berjalan berkeliling mecari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. Aku lalu menemukan
sebuah pintu raksasa, yang terbuka sedikit. Aku lalu mengintip ke balik pintu. Tapi, aku terkaget
ketika ada seorang yang memakai seragam sama seperti mayat-mayat tadi, menembus tubuhku
seolah-olah aku ini hantu. “Apa ini ?, kenapa ia bisa menembus diriku ?” Kataku bingung. Sambil
menatap tanganku sendiri, dan terus bertanya apa yang sebenarnya terjadi padaku ini.
“Raja !! Mereka sudah dekat.” Teriak sang penjaga yang menembus tubuhku dan
mengaburkan lamunanku. ‘Raja ?, lalu siapa yang telah mendekat ?’ batinku bertanya pada
diriku sendiri. Akupun masuk ke ruangan itu, terlihat seseorang penjaga yang menembusku tadi
sedang berlutut di hadapan seseorang. Orang yang dihadapannya itu, kelihatan tidak terlalu
tua, dengan janggut serta kumis yang tumbuh tak begitu lebat, serta keriput di beberapa bagian
wajahnya. Ia memakai baju bangsawan dengan jubah berwarna merah yang panjang serta bulubulu halus yang ada disepanjang tepi jubah itu. Dan ia juga mengenakan sebuah mahkota
raksasa yang kelihatannya terbuat dari emas, serta beberapa berlian yang menempel pada
mahkota itu. ‘Apakah dia Raja yang di bicarakan penjaga tadi ?’ batinku. Di sampingnya ada
seorang wanita berdiri dengan gaun berwarna biru serta putih, dengan ekor gaun yang
memanjang kebelakang. Rambut lebatnya yang panjang berwarna pirang keemasan dibiarkan
terurai. Wajahnya terlihat begitu cantik. Di kepalanya terdapat sebuah mahkota kecil yang
sepertinya terbuat dari perak dan sebuah berlian berwarna biru tertempel tepat di tengah
mahkota. ‘ dia pasti Ratu-Nya.’ batinku menebak. Aku melihat tangannya. Ia seperti sedang
menggendong sesuatu, dan ternyata ia sedang menggendong seorang anak, lebih tepatnya
seorang anak perempuan yang mungkin adalah anaknya. “Apa yang harus kita lakukan sayang
?” kata sang Ratu dengan ketakutan. Terlihat wajahnya mulai menampakkan ketakutan yang
begitu mendalam. Mendengar kata-kata istrinya, sang Raja hanya bisa diam. Ia pun menutup
matanya sebentar, seolah ia sedang memikirkan jalan terbaik yang bisa di ambilnya.
Ia pun menarik nafas panjang dan menghembuskannya lagi. “Jerricho O’Connor, atas
nama kerajaan, aku mengangkatmu sebagai pengawal pribadi dari putriku Alyzabeth Rose
seumur hidupmu.” Kata sang Raja dengan lantangnya. Sang Ratu tersentak kaget atas apa yang
ia dengar barusan, termasuk sang penjaga yang sedang berlutut yang baru kuketahui namanya
adalah Jerricho. “Apakah kau sanggup menjalankan tugas yang kuberikan kepadamu ?” Tanya
sang Raja pada Jerricho. “Tapi, tuanku…”. “Apakah kau sanggup menjalankannya, Jerricho ?”
Tanyanya lagi dengan tegas menyela perkataan Jerricho. Jerricho hanya tertunduk diam. Dalam
beberapa detik, ia mengangkat kepalanya dan menjawab pertanyaan sang Raja dengan lirih.
“Baiklah... Saya sanggup.”
Sang Ratu lalu tertunduk diam menghadapkan pandangannya ke anaknya. Tetesan air
mata berjatuhan di wajah sang anak, sang Ratu menangis pilu. Sang Raja lalu memeluk istrinya,
berusaha menguatkan hatinya. Ketika sang Raja melepaskan pelukannya, sang Ratu mulai
menarik nafas panjang dan menghembuskannya berusaha menegarkan dirinya sendiri. Ia lalu
mulai melangkah menuju Jerricho, dengan langkah yang begitu berat seperti ada yang menahan
kakinya. Ketika berada tepat di depan Jerricho, ia menyodorkan anaknya kepada Jerricho tanpa
melepaskan tangannya, yang mana langsung di terima oleh Jerricho. “Tolong… Jaga dia untuk
kami.” Pinta sang Ratu dengan wajah berkaca-kaca. “Baik yang Mulia, saya akan menjaganya
dengan jiwa dan raga saya.” Kata Jerricho dengan yakin. Sang Ratu begitu berat ketika ingin
melepaskan tangannya, pelan namun pasti tangannya mulai terlepas dari tubuh sang anak.
Tiba-tiba sang anak menangis dengan keras, begitu keras seolah-olah ia mengerti bahwa ibunya
akan meninggalkannya. “Sayang… kau tak boleh menangis.” Kata sang Ratu yang mulai
meneteskan air mata sambil mengelus dengan lembut kepala anaknya, untuk menenangkan
sang anak. “Kau… harus menuruti paman Jerricho.” Katanya dengan terisak-isak. “Kau juga…
tidak boleh nakal ya, kau… tidak boleh mengompolinya.” Katanya terhenti berusah menahan
tangisnya. “Ketika kau dewasa nanti, ibu yakin kau akan tumbuh menjadi wanita yang cantik.
Ketika kau takut, ibu akan selalu ada disampingmu, mengawasimu dan menjagamu. Ingatlah ibu
tidak membencimu, ibu menyayangimu nak..” katanya seraya berdiri menutup wajah menahan
tangisnya. Sang anak pun tak berhenti menangis, tangisannya malah semakin keras. Sang Ratu
pun hanya berbalik badan, berusaha untuk tetap tegar dan mulai berjalan dengan gontai
kembali kae arah sang Raja. Jerricho pun tertunduk diam tak berkata apapun, wajahnya mulai
bersedih, ia berusaha menahan tangisannya.
Tanpa kusadari air mataku menetes keluar melihat pemandangan itu. “Aku tak
menangis,… Aku tak menangis.” Kataku seraya mengusap mataku menghilangkan air mataku,
tetapi tetap saja air mataku terus mengalir deras. “Baiklah, aku kalah, kau boleh membajiri
wajahku dengan air asinmu.” Kataku mengalah pada diriku sendiri. Ketika suasana sedih
melanda ruangan itu. Tiba-tiba…
“ Riiiichaaaard !!! Dimana kau ?” teriak seseorang dengan keras menghancurkan
suasana sedih di ruangan itu. ‘Siapa itu ? tapi kenapa suara begitu berat seperti bukan suara
manusia. Atau mungkin aku salah bertanya , sebenarnya suara apa itu tadi ?’ kata batinku
kebingungan, aku bisa merasakan kakiku merinding seketika, bulu-bulu yang ada di tengkukku
serasa berdiri. Dan begitu pula dengan semua orang yang ada di dalam ruangan itu. “Jerricho !
cepat bawa anakku pergi. Ayo lewat sini.” Kata sang Raja, yang lalu melambaikan tangannya.
Tiba-tiba sebuah lemari bergeser dan terdapat lorong rahasia di baliknya. ‘Wau, kereeen !!.
Tunggu dulu, ini bukan waktunya untuk takjub. Ayo sedih, sedih, sedihlah… !! Tapi, tetap saja
tadi itu keren sekali.’ batinku terkagum. Tanpa perintah lagi, Jerricho pun langsung pergi
menuju lorong itu ia pun berbalik dan berkata. “Semoga, para dewa selalu berada di sisimu,
yang Mulia.”. Setelah itu, iapun pergi masuk ke dalam lorong dan menghilang dalam kegelapan.
“Jaga dia untukku, Jerricho.” Kata sang Raja sambil melambaikan tangannya. Lemari itu pun
bergeser menutup lorong rahasia yang ada di baliknya. Sang Raja lalu menatap kepada sang
Ratu, seolah-olah mengharapkan istrinya tidak ada di sana bersama dengannya. Sang Ratu lalu
menciumnya dan berkata, “ Aku akan selalu berada di sampingmu, walau nyawa taruhanku.”.
Sang Raja pun mengangguk dan mengeluarkan sebuah pedang dari balik jubahnya, dan ia pun
lalu mengacungkan pedangnya menghadap pintu.
Tiba-tiba terdengar suara dentuman langkah kaki, tanah serasa bergetar mengikuti
dentuman kaki itu. Terdengar lagi suara yang menyeramkan seperti tadi. “Riiichaaaard !!
Dimana kau ? kau tak bisa bersembunyi dari ku !” teriak suara tadi. Aura hitam keluar dari luar
pintu ruangan, angin berhembus kencang, aku mulai merinding ketakutan, tubuhku kaku
seketika. Suaranya semakin dekat, semakin dekat, begitu dekat. Sampai aku bisa merasakan
keberadaan makhluk itu tepat berada di depan pintu itu.
“Brakk !!!” pintu itu pun terbuka. Tiba-tiba dinding serta ruangan itu berubah gelap. Tak
ada cahaya yang menerangiku. “Apa ini ?”. “Dimana sebenarnya aku ini ?” tanyaku
kebingungan. Aku pun menoleh kekanan dan kekiri mencari cahaya. Tapi, yang kulihat hanya
gelap tanpa cahaya, lagi ?.
“Tommy….” Tiba-tiba ada suara yang memanggil namaku. Suaranya begitu berat seperti
suara hantu yang ada di film-film horror. “Siapa itu ?!” bentakku sambil menoleh ke kiri dan ke
kanan mencari sumber suaranya. “Tommy..” Panggilnya lagi, suara itu seperti datang dari
segala arah. “Tommy…”. “Siapa disana ?!”. “Tommy… Tommy Prasetyo…”. “Siapa itu ?,
bagaimana kau bisa tahu namaku ?”. “Tommy… Tommy Prasetyo…”. “Hentikan !!!”. teriakku.
“Tommy… Tommy… Tommy…” Suara itu terus berdengung di telingaku semakin lama semakin
kencang. Bahkan, suaranya semakin dekat, dekat sekali dengan telingaku. Aku menutup
telingaku tapi tetap saja suara itu terus terdengar ditelingaku. Bukan !!!, tetapi di pikiranku.
“Tommy… Tommy… TOMMY… !!!”
“BRUUKK… TOMMY PRASETYO…” aku langsung berdiri tegap dan memberi hormat,
walaupun aku tidak tahu kepada siapa aku memberi hormat. “Siap, pak.” teriakku dengan
lantang. “Ha-ha-ha…” terdengar suara murid-murid tertawa. Aku bingung seketika dengan
kelalkuan mereka, apa yang sebenarnya mereka tertawakan ?. Perlahan aku turunkan lenganku
lalu menoleh kekiri dan kekanan kebingungan dengan kelakuan mereka. Wajahku yang tadinya
segar, tiba-tiba saja menjadi mengantuk. “Ehem… “ ada suara berdeham tepat di depan ku,
semua murid yang menertawaiku langsung terdiam. Ketika aku menoleh kedepan, aku baru
menyadari bahwa ada pak Jono sedang berdiri tepat di depanku dengan wajah kesalnya. Aku
pun hanya menyeringai bingung kepadanya. “Hehe… Selamat pagi, pak.” Kataku padanya,
walaupun aku tahu matahari bersinar terang dari luar jendela. Dia pun membetulkan
kacamatanya yang terlihat miring itu. “Siang.” Jawabnya singkat. “Jadi, bagaimana dengan
tidurmu, mimpi indahkah ?” Tanyanya sambil memandang sinis padaku. “Eh ?, apa, pak ? mimpi
?” kataku berbalik bertanya karena bingung. Terdengar beberapa murid cengengesan dan
berusaha menahan tawa mereka. Satu-satunya orang yang tak tertawa hanya Rizal. Orang yang
duduk satu meja denganku. “Psstt… kau tadi mengigau keras sekali ?” bisiknya padaku.
Wajahnya terlihat ketakutan. “Benarkah ?, Benarkah aku mengigau ?” kataku tak percaya.
“Memangnya… Bagaimna ngigauanku ?” tanyaku padanya. “Ehem, ehem…” Pak Jono berdeham
lagi, seperti mengingatkanku akan keberadaannya, aku membalasnya dengan seringai malu.
“Jadi, apa yang kau mimpikan tadi ?” Tanyanya lagi. “Mimpi ?...”. “ Oh mimpiku, pak!” Kataku
paham dengan apa yang di maksud dengan pak Jono. “Tadi, to, pak. Saya bermimpi…” aku pun
mulai menceritakan semua mimpi yang kulihat tadi. “BRUUKK…” Suara hantaman tangan pak
Jono ke meja. Aku kaget, lalu diam seketika. badanku menegang tak bisa bergerak. “Tommy
Prasetyo!! Kau tahu kesalahanmu ?” Tanyanya. “Ti… Tidak, pak.” Jawabku gemetar. Dia
mengelengkan kepalanya setelah mendengar jawabanku. “Kesalahanmu adalah, kau selalu
tertidur di kelas saat jam pelajaranku, kau selalu…” katanya, panjang lebar. Aku tidak
mendengar apa yang dia bicarakan. Yang kudengar hanyalah kata “bla-bla-bla…” dan
seterusnya.
Oh, iya. Kita belum berkenalan. Perkenalkan namaku Tommy Prasetyo. Umurku 17
tahun hari ini. Tubuhku tak begitu kurus, tapi aku mempunya tinggi badan yang ideal, sekitar
170 –an lah. Kulitku berwarna sawo matang. Aku memiliki bulu mata yang lentik. Rambut tidak
tersisir dengan rapi.
Aku bersekolah di salah satu sekolah yang lumayan di favoritkan, ya… Lumayan. Sekolah
itu bernama SMA BAKTI ABADI. Jujur, aku tidak baik dalam semua mata pelajaran. Pak Jono,
orang tadi memarahiku, selalu mengakatakan bahwa aku ini pemalas. Yah, selain sering tidur di
kelas, faktor lupa mengerjakan tugas juga menjadi alasan kenapa aku di sebut pemalas.
Disekolah, aku hanya memiliki 3 teman, semua temanku adalah orang-orang yang di jauhi.
Salah satunya Rizal. Lebih tepatnya, Rizal Oktaria Rifaldi. Umurnya 16 tahun. Rambutnya
klimis tersisir rapi, bajunyapun rapi dan selalu tertib. Tingginya, hampir menyamaiku. Dia
sebenarnya orang yang pintar dan termasuk fanatic pembaca buku, atau lebih tepatnya kutu
buku. Tapi, karena sifatnya yang terlalu kutu buku, menjadikannya dicap sebagai “SI
PENYEMBAH BUKU”. Kenapa?, karena ia selalu menjadikan buku sebagai patokan dari semua
tingkah laku serta pemikirannya. Jika ada sesuatu hal tidak ia ketahui, ia akan membaca semua
buku dan mencari semua hal yang berkitan dengan hal itu. Ia bahkan, pernah mencari
keperpustakaan nasional hanya untuk mencari tahu tentang suku pedalaman di Indonesia.
Wuih acungi jempol, deh. Tapi, tetap saja siapa sih yang mau bermain dengan anak culun atau
kutu buku. Hanya karena gengsi, banyak orang menjauhi mereka, walaupun ketika ulangan
banyak orang yang bertanya padanya. Yah, teman musiman. Saat butuh datang, saat tak
dibutuhkan lagi, ya di tinggalkan.
“Jadi, apa kau paham, Tommy ?” Tanya pak Jono mengagetkanku. “Apa ? Ada apa,
pak?” tanyaku tak mengerti. Pak Jono hanya mendesah kesal melihat responku. Aku hanya
cengengesan sambil menggaruk-garuk kepalaku. “Tommy Prasetyo.” Panggil pak Jono, yang
membuatku kaget. “Iya, pak.”. “Kau ku hukum berdiri di luar kelas karena tidur dikelas saat jam
pelajaran, sampai jam pelajaraanku selesai.”. “Apa ?” kataku kaget. “Tap… Tapi, pak.”. “Tidak
ada tapi-tapian, laksanakan sekarang !” bentaknya sambil menujuk ke pintu, mengisyaratkanku
untuk keluar.
Aku lau mendesah dan mulai berjalan menuju pintu keluar. Aku sempat menoleh ke
arah Rizal. Ia menatapku dengan tatapan meminta maafnya, mengisyaratkan bahwa ia tidak
bisa menolongku. Yah… aku hanya bisa pasrah terhadap kenyataan, walaupun aku
membencinya. Aku mengambil sebuah papan kayu dan mengenakannya seperti kalung. Di sisi
depannya tertuliskan “AKU SEDANG DIHUKUM”. Aku lalu mengangkat satu kakiku dan menarik
kedua telingaku dengan kedua tanganku sendiri. “hah…” desahku. “Di hukum… lagi.”

Friday, 29 January 2016

Kata Kata Mutiara

Selamat datang di 3madman blog sekarang saya akan share kepada kalian kata-kata mutiara walaupun ini cuma sedikit semoga bisa bermanfaat bagi kalian semua tak perlu panjang lebar lagi marilah kita simak kata mutiara di bawah ini

Aku tak pernah memiliki kebijakan, saya hanya melakukan yang terbaik setiap kali dan setiap hari
Apapun yg telah kamu lakukan, apapun kesalahanmu, kamu akan selalu menemukan kata maaf dalam hati seorang Ibu.
Bahagia bukan milik dia yg hebat dalam segalanya, namun dia yg mampu temukan hal sederhana dlm hidupnya dan tetap bersyukur.
Berhenti berusaha tuk jadi yg sempurna. Temukan dia yg tahu semua kelemahanmu tapi tetap ingin menjadi bagian hidupmu.
Bersedih dengan orang yg tepat lebih baik daripada berbahagia dengan orang yg salah. Bijaklah dlm memilih sahabat.
Cinta adalah ketika kamu yakin bahwa dirimu telah melupakannya, kamu masih menemukan dirimu peduli padanya.
Dalam hidup ini, mungkin kamu tak cukup baik bagi semua orang, namun kamu akan selalu jadi yg terbaik dimata sahabatmu.
Dibalik setiap kesedihan, terdapat kebahagiaan. Serahkan segala urusan kepada Tuhan. Biarkan waktu dan kehidupan berjalan.
Fokus pada masalahmu, km tak akan mendapat solusi. Fokus pada Tuhan, Dia akan memberimu solusi.
Hal yang paling sulit adalah mengalahkan diri sendiri. Tapi itu bisa kamu mulai dengan memaafkan diri sendiri.
Hanya karena pernah terluka, tak berati kamu harus takut mencinta. Ada seseorang yg tepat untukmu di luar sana.
Hanya karena seseorang tersenyum, bukan berarti dia bahagia. Terkadang dia hanya tak ingin terlihat lemah.
Indahnya persahabatan adalah saat kita memberi tak mengharapkan balasan. Ada tawa saat dalam kesedihan.
Jika kamu memang berharga di mata seseorang, tak ada alasan baginya tuk mencari seorang yg lebih baik darimu.
Kadang kamu harus melepaskan, bukan karena tak cinta, tapi karena kamu lebih mencintai dirimu yg terus terluka.
Kebahagian tidak diukur dari seberapa banyak yang dimiliki, tetapi dari perasaan mensyukuri apa yang dimiliki.
Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk menggambarkan orang lain sebagaimana mereka melihat diri mereka sendiri
Kekecewaan adalah cara Tuhan tuk mengatakan. Bersabarlah, Aku punya sesuatu yg lebih baik untukmu.
Ketika dia yg pergi memberimu 100 alasan tuk menangis, tunjukkan padanya bahwa kamu punya 1000 alasan tuk tersenyum.
Ketulusan cinta dan kasih sayang tidak dapat dilihat atau didengar, tetapi hanya bisa dirasakan dengan hati.
Kita memang tidak selalu mendapatkan apa yg kita inginkan, namun percayalah, Tuhan memberikan apa yg kita butuhkan.
Maafkan diri sendiri. Jangan menyesali kesalahan. Maaf itu mengobati hati dan mendamaikan diri.
Masalah terbesar wanita adl mengingat terlalu banyak, sdgkn masalah terbesar pria adl melupakan terlalu cepat.
Mencintai seseorang berarti menjadikannya bagian dari dirimu. Itu sebabnya akan terasa sakit saat kehilangannya.
Mereka tak peduli dari mana kamu memulainya. Mereka melihat dari bagaimana caramu mengakhirinya.
Mereka yang menolak kebebasan kepada orang lain, maka kebebasan itu tak layak pula untuk dirinya
Mereka yang terus hidup penuh dengan kekerasan hati akan membawa kedalam kehidupan yang tidak mensejahterakan.
Miliki hati yg tak pernah membenci, senyuman yg tak pernah menyakiti dan kasih sayang yg tak pernah berakhir.
Oleh karena masalah kita baru, maka kita harus berfikir dengan cara baru dan bertindak secara baru pula
Orang hadir di hidupmu karena sebuah alasan. Mereka berimu bahagia dan kecewa. Ada yg sesaat, tapi ada yg selamanya,
Orang slalu bilang km perlu melakukan ini dan itu, tp km tahu yg terbaik ttg dirimu dan apa yg perlu km lakukan.
Persahabatan tak terjalin dengan orang yg istimewa. Kita jadi istimewa karena bersahabat. Sahabatlah yg mengistimewakan kita.
Pria sering kehilangan wanita yg dicintainya, karena mereka tak pernah mau belajar menghargai perasaan wanitanya.
Pria yg tampan bukanlah yg bs membuat matamu selalu berpaling kpdnya, tp yg tdk akan memalingkan matanya drpdmu.
Saat suatu hubungan berakhir, bkn berarti 2 org berhenti saling mencintai. Mereka hny berhenti saling menyakiti.
Satu hal penting dalam cinta, jangan berikan ruang di hatimu pada seseorang yg bahkan tak berusaha tuk tinggal di dalamnya.
Saya mengerjakan hal terbaik yang saya tahu, hal terbaik yang saya bisa, dan saya bermaksud untuk melakukannya sampai akhir
Saya tidak terlalu memikirkan orang yang tak lebih bijaksana pada hari ini dibandingkan dirinya kemarin
Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan tak kan pernah sia-sia. Kebaikan akan berbalas kebaikan.
Setiap orang berbeda, unik dengan caranya. Kamu harus menghargainya, tapi tak berarti kamu harus menyukai semuanya.
Tak peduli seberapa keras kamu mencoba, kamu tak akan pernah bisa menyangkal apa yang kamu rasa.
Tdk ada org yg dpt menyakitimu, kecuali mereka yg benar2 kau peduli, atau mereka yg tdk benar2 peduli padamu.
Terkadang, lebih baik mengalah, bukan karena kamu salah, tapi karena dengan mengalah, kamu tak kehilangan dia yg kamu cinta.
Terkadang, menangis hanya membuat matamu setingkat lebih jernih sebelum melihat kebahagiaan.
Terlalu berharap akan menyakitimu, namun itu bukan alasan tuk menyesali diri. Ingat, sahabat selalu ada untukmu.
Tidak perlu memfokuskan memikirkan orang yg membenci kita, karena masih banyak org yg menyayangi kita.
Tuhan mengirim seseorang dalam hidupmu tuk sebuah alasan, baik tuk belajar darinya atau tuk menjalani hidup ini bersamanya.
Untuk mencapai paru-paru, asap rokok hanya butuh waktu sekitar 3 detik dan langsung memacu jantung bekerja lebih keras.
Waktu terus berjalan, belajarlah dari masa lalu, bersiaplah tuk masa depan, berikan yg terbaik untuk hari ini.
Wanita menangis bukan karena mereka lemah, namun karena mereka tak temukan kata tuk ungkapkan perasaan mereka.

Aku tak pernah memiliki kebijakan, saya hanya melakukan yang terbaik setiap kali dan setiap hari
Apapun yg telah kamu lakukan, apapun kesalahanmu, kamu akan selalu menemukan kata maaf dalam hati seorang Ibu.
Bahagia bukan milik dia yg hebat dalam segalanya, namun dia yg mampu temukan hal sederhana dlm hidupnya dan tetap bersyukur.
Berhenti berusaha tuk jadi yg sempurna. Temukan dia yg tahu semua kelemahanmu tapi tetap ingin menjadi bagian hidupmu.